Banyak hal tak terduga akan terjadi menjelang acara pernikahan. Dibutuhkan persiapan jasmani dan rohani, mental spritual, karena kesabaran akan mulai diuji. Perbedaan kecill bisa menjadi bola salju yang membesar, bahkan membakar. Ini bisa terjadi karena kondisinya sudah melibatkan banyak personal, keluarga. Ingin terhihdar dari fobia pernikahan, nasihat dari Dr. Phil McGraw, seorang psikolog percintaan yang dikenal setelah muncul dalam talk show Oprah Winfrey patut direnungkan.

1. Untuk Menghindari Campur Tangan Orang Lain Berlebihan.

Tidak sedikit dari teman dan keluarga kamu yang ingin ikut berpartisipasi dalam suksesnya acara kebahagiaan kalian. Boleh saja, tetapi tidak memberikan kekuasaan penuh kepada mereka karena bisa membuat acara menjadi berantakan.

“Jangan membiarkan orang lain merusak hari kamu hanya karena ingin menyenangkan hati mereka, “ ujar Dr. Phil.

2. Jangan Menjadi ‘Bridezilla’

Bridezilla adalah sebutan kepada calon pengantin wanita yang merasa khawatir jika pernikahannya tidak berjalan sesuai dengan rencana sehingga kelakuannya berubah mengerikan. Dalam mengurus pernikahan, bridezilla tergolong perfeksionis dan tidak mudah puas.

Coba fokus dengan hari pernikahan yang sakral. Tidak peduli betapa sempurnanya hari itu, tapi bagaimana supaya acara berjalan dengan hikmat dan bahagia.

3. Jangan Jadi Korban ‘Money Bully’

Orangtua kamu atau si dia ingin membiayai semua acara pernikahan. Karena hal itu, mereka malah mendominasi seluruh rencana yang telah dibuat, bahkan merombaknya sesuai keinginan mereka. Lebih baik menikah secara sederhana daripada ada perasaan yang mengganjal karena pernikahan tidak sesuai dengan kemauan kamu dan pasangan.

4. Buat Perencanaan Anggaran

Buatlah anggaran sematang mungkin. Cantumkan juga biaya tak terduga untuk antisipasi. Anggaran pernikahan sangat penting demi menjaga tidak adanya masalah ketika hari itu tiba yang bisa menimbulkan hutang.

5. Istirahat Yang Cukup.

Mengistirahatkan diri sejenak dari pembahasan pernikahan. Jangan malah stres karena terlalu tegang dan memikirkan suksesnya acara.

Lebih baik pergi berdua dengan pasangan untuk menghibur diri serta menghilangkan penat sebelum hari kebahagiaan itu datang. kamu bisa merasa lebih rileks ketika kembali mengurus acara pernikahan.